Helsinki, ibu kota Finlandia, resmi dinobatkan sebagai kota wisata paling berkelanjutan di dunia pada September 2025 oleh Global Destination Sustainability (GDS) Index, untuk tahun kedua berturut-turut. Penghargaan ini diberikan berdasarkan evaluasi lebih dari 100 kota global melalui 70 indikator utama, termasuk manajemen destinasi, rantai pasok, keberlanjutan sosial, dan performa lingkungan.
Baca juga: Keindahan Pantai Klotok Wonogiri, Surga Tersembunyi di Jawa Tengah
Alasan utamanya adalah komitmen Helsinki dalam mengurangi dampak negatif pariwisata sambil meningkatkan manfaat bagi komunitas lokal, melalui proyek seperti pengukuran jejak karbon dan peta jalan iklim sektor wisata. Langkah ini diambil untuk memastikan kota tetap hijau meski wisatawan internasional naik 19% di tujuh bulan pertama 2025, dengan sertifikasi Green Destinations yang diraih pada Maret 2025 sebagai kota pertama berpopulasi di atas 500.000 jiwa.
Sejarah Penghargaan dan Metodologi GDS Index untuk Kota Wisata Paling Berkelanjutan di Dunia
Global Destination Sustainability (GDS) Index telah menjadi acuan utama sejak 2016 dalam menilai keberlanjutan pariwisata kota-kota besar. Setiap tahun, indeks ini menganalisis lebih dari 100 destinasi di seluruh dunia, menggunakan 70 indikator yang dibagi ke dalam empat pilar: manajemen destinasi (seperti perencanaan wisata berkelanjutan), rantai pasok (kemitraan dengan bisnis lokal), keberlanjutan sosial (inklusi komunitas dan kesetaraan), serta performa lingkungan (pengurangan emisi dan konservasi). Skor Helsinki mencapai puncak tertinggi, mengalahkan kota-kota seperti Kopenhagen dan Stockholm, berkat integrasi transparansi dan inovasi.
Penghargaan ini bukan sekadar trofi; ia mencerminkan visi regeneratif, di mana pariwisata tak hanya netral terhadap lingkungan tapi justru memperbaiki ekosistem. Pada 2024, Helsinki sudah menduduki posisi pertama, dan kemenangan 2025 menegaskan konsistensi. “Helsinki terus menetapkan standar baru dalam manajemen destinasi regeneratif. Melalui aksi iklim progresif, strategi keberlanjutan inovatif, dan komitmen kuat pada transparansi, kota ini menunjukkan visi luar biasa,” ujar Guy Bigwood, CEO GDS-Movement, dalam pernyataan resmi pasca-pengumuman.
Di balik itu, Helsinki juga meraih sertifikasi Green Destinations pada Maret 2025, pengakuan dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC) yang menekankan standar tinggi dalam pelestarian lingkungan, budaya, dan kesejahteraan sosial. Sertifikasi ini langka untuk kota sebesar Helsinki, yang berpopulasi 650.000 jiwa, dan menjadi bukti bahwa kota wisata paling berkelanjutan di dunia bisa dicapai melalui kolaborasi lintas sektor.
Inisiatif Hijau Helsinki: Fondasi Kota Wisata Paling Berkelanjutan di Dunia
Helsinki tak kebetulan jadi kota wisata paling berkelanjutan di dunia. Strategi utamanya berfokus pada pengurangan jejak karbon pariwisata, yang diukur secara rutin sejak 2020. Pada 2024, kota ini menghitung emisi sektor wisata mencapai 150.000 ton CO2 setara, lalu menyusun peta jalan iklim khusus untuk menguranginya 50% pada 2030. Inisiatif ini melibatkan 200 bisnis wisata, dari hotel hingga operator tur, yang didorong beralih ke praktik ramah lingkungan melalui subsidi dan pelatihan.
Salah satu proyek unggulan adalah Helsinki Climate Neutral 2030, yang mengintegrasikan pariwisata ke dalam target netral karbon kota. Ini termasuk pengembangan energi ramah iklim, seperti listrik dari sumber terbarukan yang mencapai 80% kebutuhan kota pada 2025, dan pemanas distrik berbasis biomassa. “Kami promosikan pariwisata dengan mempertimbangkan keberlanjutan dari segala sisi, mengurangi dampak negatif dan meningkatkan dampak positif. Tujuannya, Helsinki jadi tempat yang lebih baik setelah wisatawan pergi daripada sebelum mereka datang,” kata Nina Vesterinen, Direktur Tourism Helsinki, dalam konferensi GDS.
Data menunjukkan keberhasilan: Wisatawan internasional naik 19% di Januari-Juli 2025, tertinggi sepanjang sejarah, tanpa menambah beban lingkungan signifikan. Helsinki juga hindari greenwashing dengan mematuhi regulasi Uni Eropa, di mana klaim lingkungan harus diverifikasi data akurat—sebuah standar yang diterapkan ketat sejak 2024.
Transportasi Ramah Lingkungan: Kunci Mobilitas di Kota Wisata Paling Berkelanjutan di Dunia
Transportasi menjadi pilar utama Helsinki sebagai kota wisata paling berkelanjutan di dunia. Sistem transportasi umumnya, HSL, 100% listrik sejak 2023, dengan bus dan trem bertenaga baterai mengurangi emisi 40% dibanding 2019. Wisatawan didorong gunakan aplikasi HSL untuk rute optimal, lengkap integrasi sepeda sharing gratis di 500 stasiun.
Proyek Ferry Hopping, misalnya, tawarkan tur pulau Helsinki dengan feri listrik, menggantikan kapal diesel tradisional. Ini tak hanya kurangi emisi 30% tapi juga tingkatkan akses ke 300 pulau di Teluk Helsinki. Data dari Helsinki Region Transport Authority: 70% wisatawan gunakan transportasi umum pada 2025, naik dari 50% di 2022. “Transportasi ramah iklim bukan opsional, tapi esensial untuk pariwisata berkelanjutan,” tambah Vesterinen.
Selain itu, kota ini kembangkan jalur pejalan kaki dan sepeda sepanjang 1.200 km, terintegrasi dengan aplikasi Visit Helsinki yang sarankan rute rendah karbon. Inisiatif ini selaras dengan target GDS Index, di mana Helsinki skor 95/100 untuk indikator transportasi lingkungan.
Manajemen Energi dan Sertifikasi Lingkungan di Helsinki
Energi menjadi fokus lain Helsinki sebagai kota wisata paling berkelanjutan di dunia. Produksi listrik dari angin dan surya capai 60% pada 2025, dengan distrik pemanasan geo-termal layani 90% bangunan wisata. Hotel-hotel kota, seperti Hotel Kämp dan Scandic, wajibkan sertifikasi LEED atau Green Key, hasilkan penghematan energi 25% per tahun.
Sekitar 99% hotel berkapasitas di atas 50 kamar telah bersertifikat lingkungan, jauh di atas rata-rata Eropa 60%. “Angka ini jauh lebih tinggi dibanding rata-rata Eropa,” ujar Vesterinen. Sertifikasi Green Destinations Helsinki pada Maret 2025 verifikasi 50 proyek, termasuk program Zero Waste di restoran wisata yang daur ulang 80% sampah makanan.
Kolaborasi dengan bisnis lokal, seperti 150 operator tur bersertifikat GSTC, pastikan rantai pasok berkelanjutan. Ini termasuk sumber makanan organik dari petani Finlandia, kurangi impor 40%.
Dampak Sosial dan Ekonomi: Keberlanjutan yang Inklusif
Keberlanjutan Helsinki tak lupakan aspek sosial. Program Community Tourism libatkan warga lokal sebagai pemandu, ciptakan 5.000 lapangan kerja pada 2025. Inklusi gender dan etnis capai 70% dalam sektor wisata, sesuai indikator GDS.
Ekonominya booming: Pariwisata sumbang 5% PDB Helsinki, dengan pertumbuhan 19% wisatawan internasional hasilkan €2 miliar pada 2025. Namun, kota batasi overtourism dengan kuota kunjungan di situs ikonik seperti Suomenlinna Fortress, jaga keseimbangan.
Data GSTC: Helsinki tingkatkan kesejahteraan warga 15% melalui pariwisata, dengan survei 90% penduduk puas terhadap dampaknya.
Tantangan dan Strategi Masa Depan Helsinki
Meski unggul, Helsinki hadapi tantangan seperti perubahan iklim ekstrem. Strategi masa depan termasuk adaptasi banjir dengan infrastruktur hijau, target netral karbon 2030. “Transparansi keberlanjutan sangat penting bagi Helsinki. Keberlanjutan bukan jargon pemasaran atau greenwashing. Apalagi regulasi UE kini wajibkan klaim lingkungan diverifikasi data akurat,” tegas Vesterinen.
Baca juga: Wanita Depok Divonis Kanker Ovarium di Usia 25, Awalnya Dikira Maag
Prediksi ahli: Helsinki bisa jadi model global, dengan GDS Index proyeksi kenaikan 25% kota adopsi modelnya hingga 2030. Pakar pariwisata dari University of Helsinki, Dr. Liisa Perkkilä, bilang, “Helsinki buktikan pariwisata regeneratif mungkin, tingkatkan ekonomi tanpa rusak alam.”
Helsinki dinobatkan sebagai kota wisata paling berkelanjutan di dunia untuk 2025, berkat inisiatif transportasi listrik, sertifikasi 99% hotel, dan peta jalan iklim. Dengan pertumbuhan wisata 19% tanpa kompromi lingkungan, kota ini inspirasi global. Ke depan, replikasi modelnya bisa ubah pariwisata Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menuju era hijau. Pantau Helsinki untuk pelajaran kota wisata paling berkelanjutan di dunia.
