Posted in

Floating Yoga: Aman untuk yang Tidak Bisa Berenang? Ini Kata Instruktur

Floating Yoga: Aman untuk yang Tidak Bisa Berenang? Ini Kata Instruktur
Floating Yoga: Aman untuk yang Tidak Bisa Berenang? Ini Kata Instruktur

Floating yoga, olahraga unik yang menggabungkan yoga dengan papan apung di air, kini jadi tren kebugaran di Indonesia. Siapa yang bisa ikut? Semua orang, termasuk yang tidak bisa berenang, menurut instruktur berpengalaman. Kapan dan di mana? Kelas floating yoga kini tersedia di kolam renang hotel atau pusat kebugaran di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bali, dengan jadwal mingguan. Mengapa menarik? Selain menyenangkan, olahraga ini tingkatkan keseimbangan dan kekuatan inti. Bagaimana caranya? Dengan bimbingan instruktur dan alat pengaman, floating yoga aman untuk pemula, bahkan yang tak mahir berenang.

Baca juga: 5 Buah yang Bantu Turunkan Asam Urat dan Redakan Nyeri Sendi

Apa Itu Floating Yoga?

Floating yoga adalah variasi yoga yang dilakukan di atas papan apung di kolam renang atau perairan tenang. Berbeda dari yoga tradisional, gerakan dilakukan di atas air, menantang keseimbangan dan melibatkan otot inti lebih intens. Menurut Yoga Alliance Indonesia, floating yoga mulai populer sejak 2023, dengan lebih dari 50 studio di Jakarta, Bali, dan Surabaya tawarkan kelas ini pada 2025. Kata instruktur senior, Dwi Cahyani, “Floating yoga ciptakan pengalaman unik karena gabungkan ketenangan yoga dengan dinamika air.”

Aman untuk yang Tidak Bisa Berenang?

Banyak yang ragu ikut floating yoga karena takut tenggelam, terutama yang tidak bisa berenang. Namun, instruktur menegaskan olahraga ini aman. “Kolam untuk floating yoga biasanya dangkal, sekitar 1,2–1,5 meter, dan peserta pakai alat pengaman seperti pelampung,” jelas Dwi. Papan apung dirancang stabil, dengan panjang 2 meter dan lebar 80 cm, mampu tahan beban hingga 120 kg. Selain itu, instruktur bersertifikasi selalu dampingi peserta, pastikan gerakan aman.

Fakta: Data dari Asosiasi Yoga Indonesia tunjukkan, 95% peserta floating yoga pemula tak alami insiden di kelas terbimbing. “Yang penting ikuti instruksi dan pilih kelas dengan rasio peserta-instruktur maksimal 5:1,” tambah Dwi. Untuk pemula, kelas biasanya fokus pada pose dasar seperti Child’s Pose atau Cat-Cow untuk adaptasi dengan papan.

Manfaat Floating Yoga untuk Tubuh dan Pikiran

Floating yoga tawarkan manfaat fisik dan mental. Pertama, tingkatkan kekuatan otot inti karena peserta harus jaga keseimbangan di papan apung. Kedua, perbaiki postur tubuh dan fleksibilitas melalui gerakan seperti Downward Dog atau Warrior Pose. Ketiga, kurangi stres karena suasana air ciptakan efek relaksasi. Studi dari Journal of Sports Science (2024) sebutkan, olahraga air seperti floating turunkan kadar kortisol hingga 20% setelah 45 menit sesi.

“Gerakan di air bikin tubuh kerja lebih keras tanpa terasa berat, cocok untuk semua umur,” ujar dr. Anita Sari, pakar kesehatan olahraga. Selain itu, floating bakar 200–300 kalori per jam, setara latihan gym ringan, menjadikannya pilihan ideal untuk yang cari olahraga fun tanpa tekanan.

Tips Aman Menikmati Floating Yoga

Bagi yang ingin coba floating yoga, instruktur berikan panduan praktis:

  1. Pilih Studio Terpercaya: Pastikan tempat punya instruktur bersertifikasi dan kolam sesuai standar.
  2. Gunakan Alat Pengaman: Pelampung atau life jacket wajib untuk yang tidak bisa berenang.
  3. Ikuti Kelas Pemula: Mulai dengan sesi 30–45 menit untuk adaptasi.
  4. Dengarkan Tubuh: Jangan paksakan pose sulit, seperti Headstand, di sesi awal.
  5. Persiapan Fisik: Pemanasan ringan sebelum masuk kolam cegah kram.

Dwi sarankan pemula konsultasi dengan instruktur soal kondisi kesehatan, terutama jika punya riwayat cedera punggung atau lelet beradaptasi dengan air. “Floating bukan soal keberanian, tapi kenyamanan,” katanya.

Tantangan dan Solusi untuk Pemula

Meski aman, floating punya tantangan, seperti menjaga keseimbangan di papan yang bergoyang. Pemula sering merasa takut jatuh, tapi instruktur tekankan bahwa jatuh ke air justru bagian dari keseruan. “Kolam dangkal dan pelampung bikin risiko nol,” ujar Dwi. Untuk yang takut air, kelas privat dengan pendampingan intensif tersedia di beberapa studio, dengan biaya Rp200.000–Rp500.000 per sesi.

Data dari Yoga Studio Bali (2025) catatkan, 80% peserta non-perenang merasa nyaman setelah tiga sesi. Solusi lain: Pilih papan apung dengan tali pengikat untuk stabilitas tambahan, dan hindari kelas di perairan terbuka seperti danau jika belum mahir.

Mengapa Floating Yoga Populer?

Tren floating melejit karena gabungkan olahraga, relaksasi, dan estetika. Banyak studio promosikan kelas ini via media sosial, dengan video peserta berpose di papan apung jadi magnet. “Orang tertarik karena unik dan Instagramable,” kata Rina, manajer studio di Jakarta. Selain itu, kelas ini ramah pemula, dengan 60% peserta di Indonesia berusia 20–35 tahun, menurut survei Kompas Lifestyle. Harga kelas bervariasi, mulai Rp150.000 per sesi di pusat kebugaran hingga Rp350.000 di hotel bintang lima.

Baca juga: 5 Rangkaian Skincare untuk Kulit Cerah di Usia 30-an: Rekomendasi Terbaik

Persiapan dan Peralatan

Untuk ikut floating yoga, peserta hanya butuh pakaian renang, handuk, dan semangat. Studio biasanya sediakan papan apung dan pelampung, tapi beberapa sarankan bawa matras yoga anti-slip untuk kenyamanan. Air kolam dijaga suhu 26–28°C agar nyaman, dengan pembersihan rutin untuk higienitas. “Pastikan kolam bebas klorin berlebih untuk hindari iritasi kulit,” saran dr. Anita.

Penutup

Floating yoga jadi cara seru tingkatkan kebugaran tanpa perlu keterampilan renang, selama di bawah bimbingan instruktur dan alat pengaman memadai. Rangkumannya: Olahraga ini aman untuk pemula, tawarkan manfaat fisik dan mental, dan kian populer di Indonesia. Ke depan, tren ini diprediksi meluas ke kota-kota kecil, seiring studio yoga tambah kelas air. Seperti kata Dwi Cahyani, “Floating ajak Anda temukan keseimbangan, baik di papan maupun hidup.” Coba kelas terdekat dan rasakan sendiri manfaatnya!